Kelebihan dan Kekurangan Receiver K-Vision

Kelebihan dan Kekurangan Receiver K-Vision
K-Vision bisa dibilang sebagai Pay TV tersukses di Indonesia. Namun tak banyak yang tahu kelebihan dan kekurangan receiver K-Vision dibandingkan provider lain.

Wajanterbang akan sedikit membahas alasan mengapa K-Vision lebih diminati dibandingkan Pay TV sekelas. Sebut saja NEX Parabola, Nusantara HD, SMV Freesat TV, Ninmedia dan Matrix Garuda. Untuk MNC Vision dan TransVision sudah beda target pelanggan.

Kelebihan Receiver K-Vision

Yang jelas keunggulan K-Vision itu bukan dari spesifikasi dan fitur receiver . Dengan harga yang sama, ada banyak receiver di pasaran yang lebih baik. Toh mereka bukan jualan receiver melainkan siaran berkualitas.

1. Channel Nasional Lengkap yang Gratis

Salah satu kelebihan dari K-Vision tentu saja stasiun TV Nasional lengkap yang gratis setelah aktivasi decoder. Istilahnya adalah Free to View (FTV). Ini termasuk ketiga channel MNC Group yang tidak tersedia di jalur Free To Air (FTA).

2. Channel Premium FTV

Tak hanya siaran lokal, mereka juga sering memberikan bonus channel in house dan luar negeri secara gratis. Tayangan premium ini tidak bisa kalian temui di UHF terestrial baik itu Digital atau Analog.

3. Turnamen Olahraga yang Lengkap

Pilihan menonton olahraga di parabola dengan harga murah adalah K-Vision dan NEX Parabola. Kedua Pay TV ini kadang berebut hak siar dari turnamen Nasional, Eropa bahkan Dunia.

Keduanya memiliki hak siar masing-masing, sebelum membeli pertimbangkan paket olahraga yang ditawarkan. Beli decoder dari Pay TV yang menayangkan tim favoritmu.

Namun K-Vision sering diunggulkan, mereka bahkan sukses dapat hak siar Liga 1 Indonesia 2020 yang sebelumnya dimiliki NEX Parabola. Oh iya Piala Dunia 2018 disiarkan oleh K-Vision, tidak menutup kemungkinan tahun 2022 juga sama.

4. Sistem Hybrid

K-Vision menerapkan teknologi Hybrid pada receiver keluaran terbaru. Ini termasuk di Bromo, Cartenz dan ketiga decoder GOL.

Sistem ini mengijinkan decoder untuk menangkap sinyal Telkom 4 C-band ataupun Measat 3a Ku-band. Jadi kalian cukup ganti LNB untuk beralih jalur frekuensi.

5. Berada di bawah MNC Group

Pada Maret 2021, PT MNC Vision Networks Tbk telah menguasai 100% saham K-Vision (dari CNBC Indonesia). Seperti kita ketahui perseroan milik Bapak Hary Tanoe ini punya pengaruh besar di pertelevision Indonesia. 

Berada di bawah MNC Group adalah keuntungan tersendiri. Sebut saja beberapa waktu yang lalu kita bisa dapat bonus channel gratisan dengan connect akun Vision+ (juga milik MNC Group).

Selain itu mereka juga channel berkualitas seperti RCTI, MNCTV, GTV dan iNews. Andai nanti ada perubahan peraturan, kemungkinan besar kita lebih aman dibandingkan Pay TV lainnya.

Baca juga: Berapa Nomor Whatsapp K-Vision Terbaru?

Kekurangan Receiver K-Vision

Tak ada yang sempurna, begitu juga layanan dari K-Vision ini. Receiver K-Vision sendiri dibanderol +- Rp.300.000 di marketplace online. Harga di daerah bisa lebih tinggi karena ongkos kirim.

1. Spesifikasi Receiver Standart

Jujur jika kita membandingkan decoder K-Vision dengan yang lain, spesifikasi dan fiturnya tak terlalu menonjol. Sebut saja sudah support MPEG-2, MPEG-4, HD, USB, Output analog CVBS, HDMI dll.

Inilah mengapa para tracker dari dulu kurang suka dengan receiver Pay TV. Di luar sana banyak receiver yang memiliki spesifikasi lebih baik, support acakan dan lebih peka sinyal. Sulit rasanya lock satelit outbeam dengan K-Vision.

2. Gambar Kurang Tajam

Sering kali pelanggan mengeluhkan siaran K-Vision yang buram di layar TV >32 inch. Gambar terlihat pecah atau warna kurang tajam sehingga menganggu kenyamanan ketika nonton TV. Kalau untuk layar TV =< 32 inch masih OK.

Banyak yang bilang Nusantara HD lebih baik untuk urusan kualitas gambar. Namun adik dari TransVision tersebut sangat minim paket siaran olahraga.

3. Harga Paket yang Berubah-ubah

Diskon dapat disebut kelebihan namun juga bisa jadi sebuah kekurangan. K-Vision sering tiba-tiba mengeluarkan paket bundle dengan diskon saat ada turnamen besar.

Sebut saja pada gelaran EURO 2020, muncul paket G01E harga Rp.149.000, harga normal paket Olahraga Rp.125.000. Bagi pelanggan yang sudah terlanjur beli G01 pasti akan sangat menyesal. Kalau ingin paket EURO harus beli lagi dengan harga Rp.99.000.

Pelanggan disarankan aktif download brosur tiap bulannya untuk mengecek harga dan bonus paket. Bagi penikmat bonus FTV tidak perlu melakukannya, cukup nikmati channel gratisan yang ada.

Sekian artikel tentang Kelebihan dan Kekurangan Receiver K-Vision. Semoga artikel ini bisa menjadi pertimbangan teman-teman sebelum membeli. Saat ini pesaing terberat adalah NEX Parabola dari EMTEK.

Pecinta TV dan Film sejak tahun 1991
  • Facebook
  • Twitter
  • Iklan Atas Artikel

    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel