Cara Menambah Channel Ninmedia

Cara Menambah Channel Ninmedia
Para pengguna parabola mengenal Ninmedia sebagai salah satu penyedia siaran free to air terbanyak di jalur Ku-Band. Walaupun channel sering bergonta ganti namun hingga sekarang masih sangat diminati.

Channel yang menghilang adalah hal yang lumrah terjadi di ekosistem penyiaran Ninmedia. User lama pasti santai saja karena mereka yakin akan ada pengganti. Berbeda dengan user baru yang mencari solusi bagaimana cara menambah channel Ninmedia?

Langkah yang harus kita lakukan adalah scan ulang Chinasat 11 98°E. Pastikan kualitas sinyal bagus dan sudah memasukkan kedua frekuensi Ninmedia terbaru, setelah itu lakukan pengaturan berikut ini,
  • Tekan Menu di remot.
  • Arahkan ke Instalasi lalu Daftar Satelit.
  • Klik tombol Biru lalu Scan. Penguna receiver rekomendasi sebaiknya setting Hanya FTA dengan Tidak sehingga channel dari paket Mantul ikut discan. Non rekomendasi pilih YA karena jelas tidak mungkin membuka siaran berlambang $.
  • Tunggu proses scan hingga selesai.
Letak menu mungkin berbeda di tiap merk dan tipe receiver tetapi garis besarnya sama saja. Follow fanspage di FB dan Instagram untuk mendapatkan informasi terbaru tentang perubahan frekuensi, channel baru ataupun maintenance.

Mengapa Channel Ninmedia Sering Berubah?

Perlu diingat Ninmedia adalah pengelola satelit Chinasat 11 Ku-band. Mereka menyediakan channel hosting di transponder dan membantu klien untuk mengelola segala hal tentang siaran TV satelit dari awal hingga bisa disaksikan penonton di rumah.

Channel dalam ekosistem penyiaran Ninmedia dapat bertambah maupun berkurang sesuai dengan perkembangan bisnis. Jika ada yang menyewa slot di transponder berarti channel bertambah, kalau kontrak sudah habis akan menghilang.

Ninmedia sendiri dalam interview yang dilakukan oleh tvkuindo.net menyebutkan bahwa Chinasat 11 memiliki 5 transponder (TP) yang masing-masing akan diisi dengan 45 saluran TV. Artinya jika semua penuh tersewa maka totalnya lebih dari 200 channel.

Dulu Ninmedia hanya punya satu transponder dengan 40-an siaran FTA. Pada tahun 2018 bertambah menjadi dua transponder sehingga jumlah channel sekitar 90-an. Mereka juga menambahkan beberapa saluran premium yang bisa dibuka setelah pairing Kugo dan STB rekomendasi.

Slot dari kedua transponder ini sudah terlalu penuh, jika dipaksa lebih dari 45 channel per transponder pasti akan mengorbankan kualitas siaran. Kemungkinan tidak ada saluran TV baru kecuali ada yang habis masa kontraknya. Channel pengganti akan ditambahkan untuk mengisi slot yang kosong. Semoga nambah satu TP lagi sehingga bisa menyaksikan total 135 channel.

Sampai disini seharusnya sudah bisa menjawab pertanyaan tentang siaran TV Ninmedia yang menghilang ataupun sering berubah. Ohya biaya sewa hosting 1 slot itu Rp.150 juta perbulan atau Rp.1,8 Milyar pertahun (data tahun 2016). Pihak manajemen mengklaim ini sudah paling murah dibandingkan yang lain.

Ninmedia di awal berkomitmen menjadi penyedia siaran free to air di parabola mini Ku-band. Sayangnya saat ini terlihat mulai ada perubahan dimana mereka mengeluarkan receiver rekomendasi dan siaran berbayar.

Sebut saja kalau ingin menyaksikan Tiviplus, kita harus berlangganan minimal Rp.20.000/bulan. Di awal September 2019 karena ada pembatasan hak siar dari pihak SCTV dan Indosiar, keduanya teracak dan hanya bisa ditonton melalui STB rekomendasi. Apakah ninmedia akan gratis selamanya? Hanya waktu yang bisa menjawab.

Baca juga: Siaran SCTV dan Indosiar Menghilang di Ninmedia

Sekian artikel tentang Cara Menambah Channel Ninmedia. Melihat kepopuleran yang mulai meredup karena banyak stasiun TV Nasional yang menghilang dan sulitnya menonton pertandingan bola, kecil kemungkinannya kelima transponder dapat terisi penuh. Kecuali manajemen punya inovasi terbaru yang menarik minat calon klien.
Seorang pecinta Film yang hobi rebahan sambil streaming ngabisin internet data!
  • Facebook
  • Twitter
  • Iklan Atas Artikel

    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel