Perbedaan C Band dan Ku Band LNB

Perbedaan C Band dan Ku Band LNB
Setiap orang yang baru mencoba siaran TV satelit pasti bingung dengan perbedaan C Band dan Ku Band. Apa kelebihan dan kekurangan dari kedua jenis LNB? Kali ini wajanterbang akan membahas tentang LNB C-Band VS Ku-Band.

Apa itu LNB?

LNB sendiri merupakan singkatan dari Low Noise Block, sebuah alat yang berfungsi untuk menerima dan memperkuat sinyal satelit mikro/ lemah sehingga menjadi lebih kuat, menyaring noise dan menkonversi sinyal ke frekuensi yang lebih rendah.

Dengan bantuan LNB, sinyal pantulan dari parabola dikumpulkan menjadi satu titik fokus dan kemudian akan diteruskan kabel koaksial lalu receiver. Untuk lebih jelasnya silahkan lihat gambar di bawah ini (fokus ke tanda panah untuk mengikuti alur).
Tabel beda C-Band VS Ku Band
Supaya bisa mengumpulkan sinyal dengan baik, kita harus mengatur arah dan sudut kemiringan parabola dengan benar. Sekarang proses ini lebih mudah karena banyak aplikasi pencari satelit parabola.

C-Band

Jenis pita frekuensi yang paling umum digunakan sejak dahulu, alasannya karena C-Band dipercaya lebih kuat dan stabil meskipun hujan deras. Fakta inilah yang membuatnya lebih unggul dibandingkan Ku-Band di Indonesia yang terkenal dengan curah hujan tinggi.

C-Band memiliki frekuensi yang kecil sehingga membutuhkan dish parabola yang lebar sekitar 6 feet (180 cm). Lihatlah parabola jaman dulu, rata-rata pasti gede karena saat itu yang populer hanya siaran C-Band saja.

Biaya instalasi menjadi lebih mahal, tidak tahan kebisingan dan butuh tempat yang luas karena ukuran dish yang besar. Enaknya kita dapat memasang banyak LNB untuk satu dish sehingga bisa tracking banyak satelit FTA sekaligus.

Ku-Band

Kebanyakan PayTV seperti K-Vision, OrangeTV, Transvision dll menggunakan Ku-Band. Memiliki frekuensi yang sangat kuat sehingga dapat ditangkap dengan dish parabola mini. Tidak memakan banyak tempat dan tahan kebisingan (seperti suara motor/ gelombang telepon). Peralatannya lebih murah dibandingkan C-Band.

Dari dulu Ku-Band terkenal sangat rentan terhadap dengan curah hujan tinggi, sinyal akan hilang saat mendung dan hujan deras. Namun sekarang berkat kemajuan teknologi, masalah ini bisa diminimalisir walau belum sebagus C-Band.

Biaya frekuensi Ku-Band lebih mahal, jadi tidak heran kalau lebih sering digunakan untuk PayTV. Ada sih yang tidak perlu berlangganan tetapi sering diiming-imingi channel premium asal pakai receiver khusus seperti Garmedia dan Ninmedia.

Berikut ini adalah tabel C-Band VS Ku-Band, mana lnb parabola tercanggih?

C-Band Ku-Band
Frekuensi Lebih kecil
3.7 - 4.2 GHz  untuk downlink
5.925 - 6.425 GHz untuk uplink
Lebih besar
11,7 hingga 12,7 Ghz untuk downlink
14 hingga 14,5 GHz untuk uplink
Ukuran dish parabola Besar, memakan banyak tempat Kecil, tidak butuh banyak tempat
Kebisingan Mudah terpengaruh Cukup stabil
Curah Hujan Cukup stabilMudah terpengaruh
Harga Peralatan Lebih mahal Lebih murah
Biaya Frekuensi Lebih murah Lebih mahal
Jangkauan Beam
(cek di SatBeams.com)
Lebih luas Lebih sempit
Jenis siaran Banyak FTA Banyak TV berbayar

C-Band lebih dulu digunakan untuk sistem komunikasi lewat satelit. Di saat pita frekuensi ini kelebihan beban (salah satunya karena memiliki frekuensi yang sama dengan sistem gelombang mikro teresterial), muncullah Ku-Band.

Pemerintah Indonesia sendiri masih memakai C-Band dengan alasan tingginya curah hujan. Kedepannya kemungkinan besar Ku-Band akan lebih banyak digunakan karena kuota pita frekuensi C-Band di Indonesia yang sudah penuh. Apalagi masalah hujan sebenarnya dapat diminimalisir dengan satelit berdaya lebih besar dan sistem pengendali kekuatan sinyal.

Sekian artikel tentang Perbedaan C Band dan Ku Band. Semoga teman-teman tidak lagi bingung dalam memilih siaran satelit yang cocok dengan keadaan geografis tempat tinggal. Jika masih ragu cobalah bertanya ke pengguna parabola lain di sekitar rumahmu. Bagaimana pengalaman mereka tentang C Band VS Ku Band.
Pecinta TV dan Film sejak tahun 1991
  • Facebook
  • Twitter
  • Iklan Atas Artikel

    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel